Sekjen Kemnaker, Anwar Sanusi: UU Cipta Kerja Dukung Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja

Sekjen Kemnaker, Anwar Sanusi: UU Cipta Kerja Dukung Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi

BOGOR - Produktivitas Indonesia masih berada di bawah rata-rata produktivitas ASEAN. UU Cipta Kerja diharapkan mampu memperbaiki iklim ketenagakerjaan yang dapat mendukung peningkatan produktivitas nasional.

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi, menyebut bahwa produktivitas Indonesia masih berkisar di angka 74, 4 persen. Angka ini masih berada di bawah rata-rata produktivitas ASEAN sebesar 78, 2 persen.

Dari sisi produktivitas ini, Indonesia juga masih kalah dengan negara-negara tetangga seperti Filipina (86, 3 persen), Singapura (82, 7 persen), Thailand (80, 1 persen), dan Vietnam (80 persen).

Bahkan jika dibandingkan dengan negara lain yang produktivitasnya di bawah rata-rata ASEAN, Indonesia masih kalah dari Laos (76, 7 persen) dan Malaysia (76, 2 persen).

"Environment peningkatan produktivitas ini dapat kita ciptakan melalui UU Cipta Kerja, " kata Sekjen Anwar Sanusi saat menyampaikan sambutan pada acara Forum Komunikasi Staf Ahli Menteri (Forkomsam) di Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/11/2020).

Sekjen Kemnaker menyatakan, peningkatan produktivitas tersebut dapat diwujudkan karena Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) bertujuan menyederhanakan, menyingkronkan, dan memangkas regulasi yang menghambat penciptaan lapangan kerja, sekaligus sebagai instrumen untuk penyederhanaan dan peningkatan efektifitas birokrasi.

"Jadi sekarang kita bukan hanya menciptakan tenaga kerja terampil, tapi kita betul-betul menciptakan ekosistem, environment ketenagakerjaan itu sendiri, " katanya.

Selain produktivitas, UU Cipta Kerja juga bertujuan untuk menyelesaikan tantangan ketenagakerjaan lainnya. Salah satunya adalah bonus demografi.

"UU Cipta Kerja juga sebagai sarana untuk memanfaatkan bonus demografi Indonesia. Di mana Indonesia kini memiliki bonus demografi dengan sebagian besar penduduknya berusia produktif atau kerja, " kata Sekjen Anwar.

Dikatakan Sekjen Anwar, UU ini ini juga dibutuhkan agar memanfaatkan bonus demografi, dan membantua Indonesia keluar dari jebakan negara berpengasilan menengah.

Ditambah lagi, pandemi Covid-19 yang berdampak sangat besar terhadap sektor ketenagkerjaan. Data yang tercatat oleh Kementerian Ketenagakerjaan, terdapat 3, 1 juta pekerja, baik yang dirumahkan maupun yang terkena PHK, akibat pandemi Covid-19.

"Ini kalau benar-benar kita kelola dengan baik akan memberikan opportunity yang luar biasa. Hal tersebut merupakan salah satu yang menjadi urgensi diterbitkannya UU Cipta Kerja, " pungkasnya.(***)

KEMNAKER
Update

Update

Previous Article

Berikan Pelayanan Terbaik, Disnaker Indramayu...

Next Article

Kadisnaker Kota Pekanbaru Abdul Jamal: UMK...

Related Posts

Peringkat

Profle

Update verified

Suharyadi

Suharyadi

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 0

Registered: Nov 9, 2020

Megy Aidillova

Megy Aidillova

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 0

Registered: Nov 12, 2020

Lukman

Lukman

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 0

Registered: Dec 21, 2020

Nisa

Nisa

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 0

Registered: Dec 21, 2020

Follow Us

Recommended Posts

Pemkab Agam Umumkan Hasil Seleksi Administrasi CPNS dan PPPK, 1.093 Pelamar Tidak Lulus
Penuhi Kebutuhan Industri Keramik dan Refraktori, Kemenperin Cetak SDM Kompeten
Pemprov Riau Umumkan Hasil Seleksi Administrasi Calon ASN
Kota Pekalongan Buka Pendaftaran BPUM Tahap 3
Kemenaker dan IDI Sinergi Turunkan Risiko Nakes Terinfeksi COVID-19