12 Tenaga Kerja Pengamanan Eksternal PTPN IV, Secara Sepihak Dipecat PT JWM

indonesiasatu, 14 Apr 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:
SIMALUNGUN- PT Perkebunan Nusantara IV selain menggunakan tenaga kerja internal dalam hal melakukan pengamanan aset perusahaan dari tindakan pencurian TBS Kelapa Sawit yang merupakan hasil produksi unggulannya. Sebagai salah satu perusahaan milik pemerintah yang dikelola oleh Kementerian BUMN RI, PTPN IV bekerjasama dengan pihak rekanan dalam melakukan pengamanan wilayah perkebunan kelapa sawit terluas di Provinsi Sumatera Utara ini.
 
PT Jaya Wira Menggala sebagai perusahaan jasa di bidang penyalur tenaga kerja telah melakukan pemecatan terhadap 12 orang security eksternal (provider) yang sebelumnya telah direkrut dan dipekerjakan. PT Jaya Wira Manggala yang ditugaskan untuk menjaga aset milik PTPN IV Unit Kebun Tinjowan diberhentikan tanpa ada alasan yang jelas.
 
Bahkan, hingga kini mereka tidak bisa mengklaim BPJS Ketenagakerjaan karena tidak ada surat pemberhentian kerja (pemutusan kontrak). Informasi yang diperoleh, pemberhentian yang dilakukan oleh PT Jaya Wira Manggala karena soal ijazah minimal. Hanya saja, dari keterangan 3 orang mantan pengamanan kebun, bahwa sampai saat ini masih ada security eksternal yang tidak memiliki ijazah dan berijazah SMP.
 
Hal ini diungkapkan, Selamet Harianto (43) warga Dusun I, Nagori Huta Parik, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun kepada jurnalis   indonesiasatu.co.id  bahwa ia sudah bekerja selama ini sebagai tenaga pengamanan eksternal kebun, selama 1,5 tahun saat ditemui di seputaran Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, Selasa siang (14/04/2020) sekira pukul 14.00 Wib.
 
"Kami diberhentikan sejak akhir bulan Maret kemarin, tapi sampai Tanggal 7 April 2020 ini, kami masih dikerjakan. Yang kami herankan sampai sekarang kami gak ada dikasih surat sepotong untuk pemberhentian, jadi kami tidak bisa mengklaim BPJS. Selama kami kerja kami gak ada surat kontrak, kartu BPJS hanya sebatas fotocopy," kata pria yang mengenakan kemeja biru ini.
 
Ditambahkan, Samino (53) warga Huta II, Nagori Rawamasin, Kecamatan Ujung Padang, yang juga diberhentikan sebagai security eksternal mengatakan ia sudah bekerja selama 2,5 tahun dan saat diberhentikan mereka tidak menerima santunan dari pihak perusahaan. Bahkan, pada saat lebaran tahun lalu ia hanya menerima Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar Rp 1,5 juta dimana ia menerima gaji sebesar Rp 2,8 juta perbulan.
 
"Lebaran tahun lalu cuma Rp 1,5 juta yang kami terima. Kalau tunjangan lainnya kami juga gak dapat, baik itu pengganti minyak, konsumsi dan lainnya. Sementara kami kerja 24 jam," terangnya.
 
Hal senada diungkapkan Suyatno (48) Huta VI, Talun Tanjung, Nagori Tanjung Rapuaan, Kecamatan Ujung Padang, yang sudah bekerja 2,5 tahun. Ia menilai pemberhentian yang dilakukan PT Jaya Wira Manggala tidak relevan dan sepihak. Ia berharap agar pihak perusahaan mencairkan THR untuk tahun ini dan memberikan surat pemberhentian dari perusahaan agar bisa mengklaim BPJS Ketenagakerjaan.
 
"Dari keterangan operator yang berada di Kabun Tinjowan, surat itu bisa dikeluarkan bulan Juni mendatang. Tapi yang kami sesalkan kenapa harus bulan 6. Sementara itu sudah lewat lebaran. Kami butuh untuk lebaran, beli pakaian anak-anak," terang pria yang sebelumnya bertugas di Afdeling 5.
 
Dikatakannya, sampai saat ini pihak perusahaan sudah menyediakan tenaga kerja baru sebagai pengganti mereka dalam melaksanakan tugasnya.
 
"Yang kami khawatirkan kalau SK tenaga kerja baru itu masih nama kami. Sementara, dari SK yang pernah kami tandatangani, SK berlaku selama 6 bulan. Tapi bulan Januari 2020 lalu kami diminta supaya melengkapi berkas lagi, kita sudah lengkapi tapi gak ada tandatangan untuk berkas baru," katanya.
 
Terpisah, Sahrul Efendi, tokoh masyarakat Kecamatan Ujung Padang menyesalkan sikap dan tindakan PT Jaya Wira Manggala yang memberhentikan secara sepihak sejumlah security eksternal. Ia menduga bahwa ada konspirasi dalam perekrutan yang dilakukan perusahaan.
 
"Sewaktu PT Jaya Wira Manggala ini datang, kami coba menolak karena sebelum kebun unit sudah bekerja sama dengan Pandawa, Pandawa ini adalah rekanan untuk mitra pengamanan aset di kebun unit. Jadi sempat ada aksi penolakan karena nantinya yang dipekerjakan adalah pihak luar. Setelah debat yang panjang akhirnya diambil jalan tengah bahwa pihak vendor tetap mempekerjakan masyarakat sekitar,” katanya.
 
Selain itu, dari link tentang persyaratan PT Jaya Wira Manggala (https://www.lokerindonesia.com/security/lowongan-kerja-security-pt-jaya-wira-manggala-medan.html) ditentukan berbagai persyaratan, diantaranya batas usia, pendidikan terakhir, memiliki pendidikan security dan lain sebagainya.
 
“Dari keterangan para pekerja, bahwa 12 orang yang menggantikan posisi mereka adalah warga luar yang bukan penduduk sekitar. Terkait rekrutmen yang dilakukan, sampai sekarang masih ada provider yang tidak memiliki sertifikat pendidikan security. Bahkan ada juga yang tidak memiliki pendidikan normal. Hal ini jelas tidak sesuai dengan apa yang menjadi persyaratan perusahaan yang ditampilkan dalam internet,” tambahnya.
 
Kepala Bagian Sekretariat Perusahaan PTPN IV  Riza Fahlevi Naim saat dihubungi jurnalis indonesiasatu.co.id melalui selularnya memberikan tanggapan singkat. Selasa (14/04/2020) sekira pukul 19.29 Wib.
 
"Akan sy cfm ke pihak JWM pak," sebut Riza Fahlevi Naim singkat melalui pesan aplikasi WhatsApp.
 
Sementara, pihak PT Jaya Wira Manggala belum berhasil dikonfirmasi terkait hal ini. (Amry Pasaribu)
PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu