Tim Hukum Forum Indonesia Jaya Inginkan Lieus Sumgkharisma Minta Maaf Soal Tagar #2019GantiPresiden

INDONESIASATU.CO.ID:

Jakarta - Dalam rangka menyikapi pernyataan sikap Saudara Lieus Sungkharisma, pada tanggal, 23 Mei 2018 bertempat  di coffee Oey, Candranaya jalan Gajah Mada No. 118 Jakarta, .yang dalam menyampaikan pernyataan sikap sebagai mana tercantum dalam undangan kepada media, telah membawa bawa nama Komunitas Etnis Tionghoa untuk kepentingan politik pribadinya, dengan tagar #2019 Ganti Presiden.

Sehingga dengan pernyataan tersebut terkesan Komunitas Etnis Tionghao di Indonesia telah sepakat dengan tagar #2019 Ganti Presiden. Padahal pada kenyataannya Pernyataan sikap tersebut, sama sekali tidak mewakili Komunitas Etnis Keturunan Tionghoa sebagaimana yg dikesankan oleh Suadara Lieus Sungkharisma.

Bahwa atas dasar itu kami bagian dari komunitas etnis Tionghoa Indonesia yang mengedepankan persatuan dan kesatuan, akan mensomasi Saudara Lieus Sungkharisma, untuk mencabut pernyataannya dan meminta maaf kepada masyarakat Keturunan Etnis Tionghoa Indonesia.

Oleh karena itu Kami dan Tim hukum Forum Indonesia Jaya yang terdiri Suhadi SH MH. Intan Kunang SH MH, Bobby Worotijan SH MH, Petrus Selestinus SH,Agus Sujoko SH., Sutan Siagian SH, mengadakan pertemuan penting, hari ini di Hotel Grand Cempaka, jalan R. Soeparpto ( Cempaka Putih) Jakarta Pusat, Senin(4/6) sore.

Pernyataan sikap dari Tim Hukum Forum Indonesia Jaya ;
1. Kami Masyarakat Indonesia etnis Tionghoa terbentang dari Sabang sampai Papua tidak pernah memberi mandate dan mengutus saudara untuk mewakili kami (Masyarakat Indonesia Etnis tionghoa) membuat pernyataan sebagaimana telah saudara sampaikan tersebut.
2. Kami Masyarakat Indonesia etis Tionghoa yang terbentang dari Sabang sampai Papua menolak dan sangat keberatan atas isi pemyataan sikap politik saudara yang seolah olah mewakili komunitas etnis Tionghoa untuk Kepentingan Politik pribadi saudara (unsure SARA)
3. Bahwa pernyataan saudara yang mengatasnamakan Komunitas Tionghoa teIah sangat merugikan kami Warga Negara Indonesia etnis Tionghoa baik secara Moral, Sosial maupun PoIitik karena telah menimbulkan keresahan dan berpotensi menimbulkan perpecahan antara Warga Negara Indonesia khususnya yang bermacam -macam Suku, Agama dan ras.
4. Bahwa yang perIu saudara ketahui masyarakata Warga Negara Indonesia stnis Tionghoa dimanupun berada, dalam hal pilihan politik mempunyai hak/porsi yang sama yaitu menganut prinsip (Luber) Langsung, Umum Bebas dan Rahasia/ artinya hak politik itu ada di bilik suara bukan diumbar ‘umbar dengan kalimat Provokatif

Atas keadaan tersebut maka kami ( Kuasa Hukum ) Masyarakat Indonesia Tionghoa Iengan ini mengingatkan (somasie) kepada saudara agar dalam waktu 2X24 jam, Sejak diterimanya surat kami ini agar saudara segera meIakukan ;
1. Menyampaikan Permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia Tionghoa dan mayarakat Indonesia umumnya, bahwa pemyataan suadara tersebut tidak mewakili masyarakat Indonesia Tionghoa dari sabang hingga Papua.
2. Menyatakan bahwa saudara dan Kelompok saudara untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama di kemudian han', tanpa terkecuah‘ bentuk-bentuk apapun sepanjang keterkaitan yang mengatasnamakan komunitas etnis Tionghoa.
3. Bahwa pemyataan pennohonan maaf tersebut harus dimuat dalam 2 surat kabar han'an nasionaI yaitu koran Kompas dan Pembahaman atau Koran Sindo serta media masa lainnya.
4. Bahwa jika saudara tidak mengindahkan maksud surat peringatan kami ini, maka kami segera akan menuntut saudara secara hukum baik secara pidana ataupun perdata.
 

  • Whatsapp

Berita Terkait

Index Berita